PT Samara Jaya sementara Kerja Ruas Jalan Fatubesi-Fatuknutuk

BETUN, TIMORline.com-PT Samara Jaya saat ini sementara mengerjakan ruas jalan Fatubesi (Kecamatan Sasitamean) menuju Fatuknutuk (Kecamatan Io Kufeu) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengerjaan ruas jalan ini merupakan pekerjaan lanjutan peningkatan jalan lapen kerjasama pihak ketiga menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai kontrak Rp4,7 miliar.

Sebagai pekerjaan lanjutan, pengerjaannya dimulai dari titik Naibone Desa Naibone Kecamatan Sasitamean menuju Fatuknutuk Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu.

Hendrikus Seran, salah satu tukang, saat memantau pembersihan dan penggalian saluran di Naibone Desa Naibone Kecamatan Sasitamean. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Pengerjaan pekerjaan ini telah dimulai dengan pembersihan dan penggalian saluran sejak pertengahan Agustus lalu. Pihak kontraktor malahan telah menurunkan material berupa batu dan pasir di sepanjang ruas jalan yang dikerjakan. Di titik star di Naibone malahan telah dimulai dengan pemasangan saluran.

Saat TIMORline.com melintas di ruas jalan ini, Jumat (12/10/2018), puluhan tukang sedang kerja. Mereka melakukan pemasangan saluran di sisi kiri jalan. Permukaan jalan yang sebelumnya dipenuhi bebatuan dan lubang besar-kecil di sana-sini, sudah diratakan.

Di beberap titik, terlihat bentangan abu tebal. Sehingga, kendaraan yang melintas terutama roda dua harus ekstra hati-hati. Bila tidak, bisa terpeleset di badan jalan.

Hendrikus Seran yang mengaku sebagai kepala tukang, mengatakan, sebetulnya perusahaan sudah kerja tetapi masih melengkapi persyaratan lain yang diperlukan sejak dinyatakan menang tender.

Kepala Bagian Pembangunan pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malaka Martinus Bere mengatakan, dana pekerjaan   itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018.

Kabag Pembangunan Setkab Malaka Martinus Bere. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

“Pekerjaannya peningkatan jalan berupa lapen. Jaraknya 3,8 kilometer dengan anggaran Rp4,7 miliar. Sehingga, satu kilometer diperkirakan menghabiskan dana Rp1,2 miliar”, kata Martinus saat peresmian makam Wakil Bupati Malaka Daniel Asa di Wehae, Jumat (15/09/2018).

Martinus  yang diakrabi Manjo itu yakin pengerjaan pekerjaan ruas jalan Fatubesi-Fatuknutuk ini selesai tepat waktu.  Sebab, kontraktornya bonafit dan kerja tepat waktu.

“Kalau kerja mulai tepat waktu pasti selesai tepat waktu juga”, demikian Manjo.

Sesuai papan data proyek, pekerjaan ruas jalan Fatubesi-Fatuknutuk ini adalah program pembangunan jalan dan jembatan.  Sedangkan kegiatannya adalah pembangunan jalan dengan pekerjaan lanjutan peningkatan jalan berupa lapen 3,8 kilometer kerjasama pihak ketiga selama dua tahun sebesar Rp4.750.000.000,00 atau Rp4,7 miliar dengan nilai kontrak Rp4.715.984.545,79,00 atau Rp4,7 miliar.  Pekerjaan ini dikerjakan selama 120 hari kalender terhitung 24 Agustus 2018. Sehingga, diperkirakan pekerjaan ini selesai pada 24 Desember mendatang.

Ruas Jalan Balibo-Fatuknutuk

Saat ini pun ruas jalan Balibo-Fatuknutuk, tepatnya di titik Neofnuti (Desa Biau) ke titik Oerios (Desa Kufeu) Kecamatan Io Kufeu sementara dikerjakan. Pembersihan sudah selesai dilakukan. Kondisi permukaan badan jalan yang sebelumnya dipenuhi bebatuan dan lubang besar-kecil di sana-sini, sudah mulus, ditimbun menggunakan tanah putih.

Salah satu titik pekerjaan ruas jalan, tepatnya di Bosen Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu yang sangat berbahaya bagi para pengendara terutama pengendara roda dua. Tampak pengendara mendorong sepeda motornya di titik ini. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Tetapi,   salah satu titik yang paling berbahaya adalah di batas wilayah Desa Biau dengan Desa Kufeu, tepatnya di Bosen. Di titik ini, kondisinya sangat terjal. Karena ditimbun menggunakan tanah putih, bentangan abu putih tebal terlihat di seluruh badan jalan. Bila  para pengguna jalan tidak hati-hati bisa terpeleset dan jatuh.

Saat TIMORline.com melintas di sini, karena kuatir jatuh, beberapa pengendara sepeda motor terpaksa turun dari sepeda motornya dan lebih memilih mendorongnya sepanjang 50 meter. Sebuah truk yang melintas pun nyaris terbalik.

Untuk ruas jalan ini, belum diketahui kontraktor mana yang mengerjakannya. Sebab, hingga saat ini, papan data proyek belum dipajang. Sementara di ujung titik pekerjaan sekira 200 meter sudah terlihat tumpukan material berupa batu dan pasir untuk pengerjaan pekerjaan. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *