Poktan Maspete-Malaka Butuh 800 Petani

BETUN, TIMORline.com-Kelompok Tani (Poktan) Maspete di Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini membutuhkan 800 petani. Sebab, Poktan yang mengkhususkan kegiatannya pada penanaman marungga itu baru memiliki 31 petani.

“Kita butuh petani dalam jumlah banyak untuk mengembangkan marungga. Tahun ini kita butuh 800 petani”, kata Natalia Bano, Ketua Poktan Maspete kepada TIMORline.com di Fatuknutuk, ibukota Desa Kufeu, Selasa (09/10/2018).

Natalia menjelaskan, para petani yang dibutuhkan bukan sekedar bergabung dalam Poktan Maspete. Tetapi, harus memiliki kebun sendiri yang sudah ada tanaman marungga atau merelakan kebunnya ditanami marungga.

Natalia berharap para petani itu datang sendiri dan menyampaikan keinginanya sendiri untuk bergabung dalam Poktan Maspete. Sebab, pihaknya tidak mencari petani. Dengan demikian, para petani bersangkutan kerja atas kesadaran sendiri, bukan diperintah sana-sini.

“Namanya juga petani. Tidak ada kepala dan bawahan. Kerja tidak diperintah tetapi atas kesadaran sendiri”, katanya.

Sabun hasil produk dari bahan dasar marungga. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Baginya, marungga sangat menjanjikan. Asal rajin kerja. Sebab, sebelumnya marungga hanya dijadikan sayur-mayur. Tetapi, ternyata marungga banyak manfaatnya. Selain bernilai gizi tinggi, juga bisa menghasilkan berbagai kebutuhan seperti minuman, sabun, minyak, hand body, shampo, dan lainnya.

“Produk-produk seperti sabun, hand body  dan shampo sudah ada. Harganya murah meriah. Tetapi, harga internal kelompok beda dengan harga pasaran”, kata Natalia.

Alfons Nahak, salah satu anggota Poktan Maspete mengaku bangga setelah tahu banyak manfaat dari marungga. Sebab, manfaat marungga ternyata tidak hanya sebatas dimakan sebagai sayur-mayur. Tetapi, ada manfaat lain yang bisa diperoleh setelah ada sentuhan teknologi.

Untuk mengembangkan marungga di desanya, para petani diminta atas kesadaran sendiri menanam marungga di kebunnya.

“Jadi, kita tidak butuh lahan baru dengan hamparan luas. Cukup tajam di kebun sendiri”, kata Alfons.

Sekretaris Desa Kufeu Apolinaris Nurak malahan bilang kualitas marungga Kufeu lebih baik dari marungga di tempat lain. Sebab,  sesuai hasil penelitian Amerika dan Eropa, kualitas marungga Kufeu nomor satu di Indonesia dan nomor dua di dunia. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *