Ruang Kerja Perangkat Kecamatan Sasitamean Rusak Parah

BETUN, TIMORline.com-Ruang kerja perangkat Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak parah. Kerusakan itu terjadi sudah lama dan sudah tidak diingat pasti.

Kondisi ini terekam TIMORline.com saat bertandang ke salah satu  kantor kecamatan tertua di Kabupaten Malaka itu, Jumat (28/09/2018).

Beberapa bagian di ruangan ini, antara lain plafon, tembok dan lantai, terlihat sangat-sangat memrihatinkan.

Plafon pada rusak dan berlubang-lubang. Rangkanya terlihat jelas. Itu pun sudah lapuk. Sedangkan plafon yang terkelupas terlihat masih bergantungan.

Sudut tembok ruang kerja perangkat Kecamatan Sasitamean. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Tembok dinding  sudah retak. Salah satu sudut tembok malahan nyaris terlepas. Sebab, pertemuan tembok dua sisi itu sudah terbuka. Dari dalam ruangan bisa melihat ke luar melalui sudut ruangan  ini secara terang-benderang.

Lantai di ruangan ini terlihat hanya beberapa lempeng keramik  lama yang masih melekat di tanah. Sebagian besar sudah terkelupas.

Kepala Seksi Pemerintahan Paulus Neno dan Kepala Seksi Pelayanan Publik Dominikus Lutan hingga pukul 14.30 wita belum juga pulang rumah. Meskipun tidak ada agenda pekerjaan yang harus mereka kerjakan hari itu.

Menurut Dominikus, kondisi ruang kerja mereka yang rusak parah itu sudah lama. Tapi, tidak ingat persis kapan rusaknya. Sebab, kerusakan itu tidak terjadi sekali langsung parah.

Saat musim hujan, Dominikus bersama kawan-kawan masuk kantor tapi tidak bisa kerja. Sebab, mereka hanya urus air hujan. Mereka pun hanya jalan mondar-mandir menghindari air hujan. Soalnya, air hujan merembes masuk ke ruang kerja mereka melalui seluruh bagian plafon.

Kepala Seksi Pemerintahan Paulus Neno belum bisa memastikan sampai kapan kerusakan itu  bisa diperbaiki. Sebab, anggaran kebutuhan kecamatan biasanya diajukan melalui  Bagian Umum pada Sekretariat Kabupaten (Setkab). Untuk rehab kondisi ruang kerja seperti saat ini, pihak kecamatan harus duduk bersama untuk merencanakannya.

Sedangkan Camat Sasitamean Yanuarius Kabosu belum bisa dikonfirmasi. Dia diinformasikan sedang berada di luar daerah.

Saat ini, penduduk Kecamatan Sasitamean berjumlah 2.314 KK  dengan 9.827 jiwa. Tersebar di sembilan desa, yakni Desa Manulea, Naibone, Beaneno, As Manulea, Umutnana, Naisau, Builaran, Fatuaruin dan Manumutin  Silole.

Desa dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Desa Manulea sebanyak 642 jiwa, Fatuaruin 329 jiwa, Builaran 309 jiwa, As Manulea 244 jiwa dan Naibone 241 jiwa.

Kecamatan ini berdiri pada 1970.  Awalnya bernama Kecamatan Perwakilan Malaka Tengah yang kemudian berubah nama menjadi Kecamatan  Pembantu Malaka  Tengah karena merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Malaka Tengah saat itu.

Ada pun camat yang pernah memimpin kecamatan ini, yakni Camat Carlos Kiik, Markus Mau, Andreas Moruk, Gabriel Seran, Rofinus Manek, Ludovikus Taolin, Hendrikus Mau, Rofinus Bau dan saat ini Yanuarius Kabosu. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *