Menteri Pariwisata Direncanakan Hadiri Tradisi Adat Batar Manaik Malaka

BETUN, TIMORline.com-Menteri Pariwisata RI direncanakan menghadiri acara tradisi adat Batar Manaik Malaka di Desa Builaran Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (28/09/2018).

Hal ini disampaikan Kepala Desa Builaran Alfons Luan kepada TIMORline.com di Builaran, Kamis (27/09).

Sebagai persiapan, warganya melakukan latihan berupa tarian-tarian daerah. Antara lain Tarian Tebe Bot, Tarian Lalok Dato, Tarian Likurai dan Tarian Hananu Hare.

Tradisi Adat Batar Manaik Malaka dilakukan di Rumah Adat Uma Katuas Bot Liurai. Tradisi ini sudah berlangsung lama. Sejak para leluhur hingga anak-cucu dari generasi ke generasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka Rofinus Bau melalui pesan singkat yang diterima TIMORline.com, Kamis (27/09) malam, menginformasikan, pejabat Kementerian Pariwisata RI yang akan menghadiri acara Tradisi Adat Batar Manaik Malaka di Builaran adalah Herbin Saragih bersama dua staf.

“Kegiatan ini akan dijadikan kegiatan tahunan”, kata Kadis Rofinus.

Menurut dia, sebetulnya kegiatan Batar Manaik Malaka adalah tradisi adat pascapanen. Dalam praktiknya, suku-suku dalam wilayah kesatuan adat Wesei-Wehali membawa atau mempersembahkan jagung hasil panen kepada raja di  Istana Liurai Malaka.

Rumah adat Uma Katuas Bot Liurai merupakan rumah adat induk atau rumah adat payung. Di bawahnya ada beberapa  rumah adat atau suku  penyangga. Antara lain Tafatik Niba-Niba, Tafatik Balibo, Tafatik Leon dan Tafatik Fehan.

Di bawah Tafatik, ada Suku Ni Ha’a, Suku Tahakae, Suku Kailaku, Suku Leki Metan, Suku Bere Seran, Suku Taroi dan Suku Uma Bot.

Kepala Suku Ni Ha’a Frans Atok bilang, acara tradisi adat Batar Manaik Malaka ini merupakan momen merajut kembali persatuan, kerukunan dan perdamaian di antara suku-suku yang ada di bawah Kerajaan Liurai Malaka.

Tradisi adat Batar Manaik Malaka berlangsung selama tiga hari terhitung 26 September dan berpuncak pada Jumat 28 September. (cyk/til).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *