Pimpinan Parpol di Belu dan Malaka Siap Sukseskan Pemilu Damai 2019

ATAMBUA, TIMORline.com-Para pimpinan Partai Politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 Kabupaten Belu dan Malaka bersepakat untuk menyukseskan Pemilu 2019 sebagai Pemilu Damai.

Hal itu terungkap dalam Deklarasi Damai para pimpinan parpol peserta pemilu   2019 di Lapangan Umum Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Rabu (19/09/2018).

Para pimpinan parpol se-Kabupaten Belu dan Malaka menyatakan Deklarasi Damai itu dibuat atas semangat perdamaian, persaudaraan, kebersamaan dan taat aturan.

Deklarasi ini ditandatangani  pimpinan  16 parpol peserta pemilu 2019.  Ikut tandatangan sebagai saksi adalah Ketua KPU Kabupaten Belu, Ketua KPU Malaka, Ketua Bawaslu Malaka, Ketua Bawaslu Belu, Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu, Kepala Kejaksaan Negeri Belu dan Ketua Pengadilan Negeri Atambua.

Para pimpinan parpol peserta pemilu 2019 bersama Kapolres Belu AKBP Christian Tobing dan Dandim 1605/Belu Letkol I Putu Dwika bersama jajaran masing-masing dan Wabup Belu J.T. Ose Luan pose bersama di Lapangan Umum Atambua, ibukota Kabupaten Belu, seusai Deklarasi Pemilu Damai 2019, Jumat (19/09/2018). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Berikut isi lengkap Deklarasi Damai tersebut :

  1. Ikut bertanggungjawab bersama-sama dengan pihak kepolisian, ketertiban dan kelancaran rangkaian tahapan pemilu 2019 mulai dari pelaksanaan kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, penetapan hasil suara sampai dengan pelantikan calon legislatif terpilih.
  2. Menjalin kerjasama antarpartai, untuk menciptakan rasa aman, damai dan sejuk, dalam membangun sistem demokrasi yang baik dan benar, sesuai dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
  3. Mematuhi dan mentaati segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menjunjung tinggi azas demokrasi dan bersaing secara sehat, dengan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok atau pribadi, guna menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019.
  4. Siap kalah dan siap menang dengan lapang dada, serta menerima keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), atas hasil Pemilu 2019 secara demokratis dan sportif, yang dilaksanakan sesuai azas pemilu, dalam hal terdapat sengketa hasil pemilu, diselesaikan melalui perundang-undangan yang berlaku.
  5. Apabila di kemudian hari melanggar kesepakatan deklarasi damai ini, kami bersedia diambil tindakan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
  6. Berkewajiban menyampaikan isi deklarasi kepada seluruh calon legislatif dan pendukung untuk dipedomani dan dilaksanakan.

Menurut para pimpinan parpol, deklarasi ini dibuat dengan ikhlas sebagai komitmen moral dan akan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab untuk kepentingan persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. (cyk/til).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *