Bupati Belu Didesak Pecat ASN yang Diduga ‘Sutradara’ Aksi 179

ATAMBUA, TIMORline.com-Bupati Belu Willybrodus Lay didesak segera memecat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga menjadi ‘sutradara’ Aksi 179.

Desakan itu disampaikan tokoh masyarakat Lamaknen Bonafasius Bowe di Gedung DPRD Belu, Jumat (21/09/2018). Bona, begitu akrabnya Bonafasius, mendatangi Gedung DPRD Belu bersama-sama dengan tokoh masyarakat (tomas) lainnya, John Aliuk, Ramos Berek dan Silverius Mau.

Mereka bertemu Ketua DPRD Belu Januaria Ewalde Berek, Wakil Ketua Benediktus Hale, Bupati Willybrodus dan Wabup J.T. Ose Luan.

Dalam pertemuan itu, para tomas, pimpinan Dewan, Bupati Willy dan Wabup Ose tahu kalau  Aksi 179 berdampak pada kurang harmonisnya hubungan Bupati Willy dan Wabup Ose.

Sementara informasi tidak resmi melalui cerita dari mulut ke mulut dan postingan warganet di media sosial menyebutkan, Aksi 179 itu disutradarai oknum ASN dengan eselon bervariasi. Pada intinya, cerita-cerita dan postingan-postingan itu menuding Wabup Ose Luan sebagai penyebab tidak adanya kuota formasi CPNS Kabupaten Belu 2018. Padahal, sebetulnya pengajuan formasi CPNS yang dibutuhkan daerah ke Kementerian PAN-RB, sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Willybrodus. Hal inilah yang menyebabkan hubungan Bupati Willy dan Wabup Ose kurang harmonis.

Menurut Bona, ASN yang diduga  menjadi  sutradara kurang harmonisnya Bupati Willy dan Wabup Ose harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Bila perlu dipecat. Sehingga, masyarakat Belu tidak terprovokasi dengan hal-hal yang menyesatkan”, kata Bona.

Bona menegaskan, pemerintahan di Kabupaten Belu harus dijalankan sesuai regulasi dan sistem yang berlaku. Dengan demikian,  pemerintah dan masyarakat Belu merasa sama-sama memiliki Kabupaten Belu.

ASN pada  level eselon mana pun diminta mendukung kepemimpinan paket Bupati Willybrodus Lay dan Wabup J.T. Ose Luan dengan tetap mengutamakan regulasi dan sistem yang berlaku. (cyk/til).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *