Tumpukan Pasir Empat Bulan di Badan Jalan Resahkan Warga Fahiluka-Malaka

BETUN, TIMORline.com-Selama empat bulan terakhir, badan jalan yang mengelilingi Dusun Bolan A Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dipenuhi tumpukan pasir. Kondisi ini sangat meresahkan warga setempat. Sebab, aktivitas mereka sangat terganggu. Mereka tidak leluasa melintasi jalan di sekeliling  Dusun Bolan A.

Marselinus Nahak ketika ditemui di kediamannya, Minggu (16/09/2018) mengatakan,  pasir itu diturunkan Pemerintah Desa Fahiluka empat bulan lalu. Tetapi, hingga saat ini belum diratakan.

“Masyarakat senang  dibuatkan jalan tetapi  tumpukan pasirnya jangan dibiarkan terlalu lamadi badan jalan. Aktivitas kita  sangat terganggu”, kata Marselinus.

Dia berharap Pemerintah Desa Fahiluka sesegeranya meratakan tumpukan pasir yang ada. Sehingga, aktivitas masyarakat normal kembali.

Untuk saat ini, khusus tumpukan pasir yang ada di depan rumah pribadi, warga meratakannya sendiri. Sehingga, mereka bisa melintas.

Raimundus, warga lainnya, mengaku terpaksa meratakan sendiri tumpukan pasir di depan rumahnya. Sehingga, dia dan keluarganya bisa keluar masuk rumah.

Informasi yang diperoleh TIMORline.com simpang siur terkait pengadaan pasir di jalan lingkar kampung Dusun Bolan A ini. Ada yang bilang pasir itu diadakan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD). Ada yang bilang menggunakan Dana Desa (DD).  Warga setempat  tidak mempersoalkan sumber dana pengadaan pasir tersebut. Yang jadi soal adalah  mengapa pasir ditumpukan memenuhi seluruh badan jalan, belum diratakan hingga saat ini.

Warga menyebutkan,  perataan pasir itu masih menunggu pencairan dana tahap berikut.

Sekretaris Desa Fahiluka Eduardus Olo yang ditemui media memastikan kalau pengerjaan jalan desa itu masih menunggu pancairan dana tahap berikut. Tetapi berapa total anggaran pengerjaan jalan tersebut, Eduardus tidak tahu. Apalagi rincian anggarannya. Volume pekerjaan jalan juga tidak diketahuinya. Sebab, terhitung 2018, pencairan dan pengelolaan keuangan desa langsung ditangani kepala desa dan bendahara desa. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *