Penanaman Bawang Merah Bima-Brebes di Desa Fatoin-Malaka

BETUN, TIMORline.com-Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat Desa Fatoin Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung penuh Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicanangkan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, dua tahun lebih yang lalu.

Dukungan itu dibuktikan dengan melakukan penanaman bawang merah varietas Bima-Brebes di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sukses Sejahtera, Jumat (08/09/2018).  Penanaman ini dilakukan setelah dilakukan pemaculan lahan disertai pemedengan, dua bulan lalu.

Sesuai pantauan TIMORline.com, anggota kelompok mulai berdatangan ke lokasi lahan penanaman sejak pagi. Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda. Mereka membawa bibit bawang yang sudah dibelah dan direndam. Mereka juga membawa pupuk dan obat-obatan.

Ketua Poktan Sukses Sejahtera Yosef Molo menjelaskan, anggotanya sekira 25 orang. Mereka dikerahkan semua untuk melakukan penanaman bawang hari itu dan selanjutnya. Diperkirakan, kegiatan penanaman akan berlangsung selama tiga hari untuk lahan seluas lima hektar.

“Kita punya jatah lahan luasnya lima hektar. Sebab, luas lahan bawang untuk Kecamatan Io Kufeu 10 hektar. Jatah kita lima hektar. Lima hektar lainnya di Desa Kufeu”, kata Yosef.

Kades Fatoin Nursisius Un Naifo memimpin langsung penanaman bawang merah di lahan Poktan Sukses Sejahtera. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Kegiatan penanaman dipimpin langsung Kepala Desa (Kades) Fatoin Nursisius Un Naifio didampingi Yosef. Tampak bapak-bapak dan ibu-ibu anggota kelompok berbaur bersama melakukan penanaman. Sistem penanaman baris ini mengikuti tali yang sudah disiapkan dan ditarik sepanjang bedeng.

Sebelum penanaman, bapak-bapak melakukan pemupukan dan penyiraman. Untuk memudahkan penyiraman, sebuah mesin motor air dilengkapi selang air sepanjang 40 meter digunakan untuk menyedot air langsung dari saluran persawahan di bibir bedeng.

Penyiraman dilakukan Yosef dibantu beberapa anggotanya. Sebelum TIMORline.com meninggalkan lokasi sekira pukul 13.30 wita, sedikitnya tiga bedeng dengan panjang 60 meter sudah ditanami bawang merah. Bedeng lainnya masih dilakukan penyiraman.

Kades Fatoin Nursisius Un Naifio yang memimpin langsung penanaman bawang yakin penanaman bawang merah ini berhasil.  Sebab, jenis tanahnya memang cocok untuk bawang merah sesuai hasil penelitian tim pakar RPM.

Kades Nur, begitu biasa Nursisius disapa, luas areal penanaman bawang di desanya masih bisa diperluas pada musim tanam berikut.

“Untuk tahun ini kita hanya dapat jatah lima hektar”, tandas Kades Nur.

Ibu-ibu Poktan Sukses Sejahtera membersihkan bawang sebelum ditanam. (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Program RPM dicanangkan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran pada 31 Agustus 2016. Dalam program ini, salah satu kegiatannya adalah penanaman bawang merah. Dari hasil penelitian tim pakar RPM, salah satu komoditi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Malaka adalah bawang merah hasil perkawinan silang bawang merah Bima dan Brebes.

Bibit berupa bawang merah, pupuk dan obat-obatan diberikan gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka. Sedangkan masyarakat hanya menyiapkan lahannya. Pemaculan dan pemedengan lahan pun dilakukn Pemkab Malaka melalui Dinas Tanaman Hortikultura dan Perkebunan. Caranya dengan mengerahkan traktor ke lahan-lahan warga. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *