Martinus Siki Konsolidasi Keluarga di Malaka Menuju Senayan

BETUN, TIMORline.com-Martinus Siki dan keluarga besar Siki melakukan konsolidasi di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (09/09/2018).

Konsolidasi itu dilakukan di rumah Yohanes Siki di Manumuti Desa Manumuti Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah.

Konsolidasi itu dilakukan untuk melakukan  kesepahaman bwrsama di internal keluarga besar Siki di Kabupaten Malaka guna mendorong dan mendukung Martinus Siki menuju Senayan melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam pemilihan umum  legislatif 17 April 2019 mendatang.

Kedatangan Martinus di rumah Yahanes diterima secara adat. Caranya  dengan mengalungkan selendang tenunan  Malaka kepada Martinus. Tampak hadir sebagai perwakilan keluarga adalah Yohanes Siki sekaligus sebagai tuan rumah di Malaka. Sebagai perwakilan keluarga dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) adalah Martinus Siki,  Agustinus Siki, Dominikus Siki dan Hironimus Aby.

Hironimus Aby selaku Koordinator Umum Tim Pemenangan  terlebih dahulu memperkenalkan Martinus Siki sebagai calon anggota DPD RI periode 2019-2024.

Hironimus yang diakrabi Ronny itu juga menceritakan latar belakang Martinus sebagai orang yang memiliki banyak keterbatasan. Sampai akhirnya Martinus menjadi seorang pengacara yang cukup dikenal keluarga NTT di Jakarta.

Karena sudah dikenal, keluarga-keluarga NTT di Jakarta asal Timor, Flores, Sumba dan Alor mendorong Martinus untuk maju dalam. Pemilu Legislatif melalui DPD.

“Jadi, Pak Martinus maju calon anggota DPD bukan karena kemauannya sendiri tetapi dorongan keluarga-keluarga NTT di Jakarta dan sekitarnya”, tandas Ronny.

Sebagai keluarga yang menyebar di seluruh wilayah NTT termasuk di Malaka,  Ronny berharap ada  dukungan nyata. Sebab, apa pun yang terjadi, Martinus harus dilihat sebagai orang Timor yang dapat memberi solusi terhadap persoalan-persoalan orang Timor baik di Pulau Timor sendiri maupun di rantauan.

Karena itulah, Ronny mengharapkan keluarga Timor yang ada di mana saja di seluruh wilayah NTT untuk bersatu dan tidak malu-malu untuk memilih Martinus sebagai anggota DPD RI dalam pemilu legislatif 17 April 2019.

Menurut Ronny, untuk maju menjadi calon anggota DPD, Martinus berhasil mengumpulkan

15.000 kartu tanda penduduk (KTP)  dari 15 kabupaten/kota di NTT. Setelah dilakukan verifikasi administrasi dan faktual, KTP yang sah untuk Martimus sebanyak 2.100 KTP yang dihimpun dari 14 kabupaten/kota di NTT.

Secara keseluruhan, Ronny menyebutkan, total calon anggota DPD asal NTT sebanyak 36 orang termasuk Martinus yang akan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT pada

19-23 September, sekaligus penarikan nomor  urut. Mereka akan rebut empat kursi DPD yang dijatahkan kepada Propinsi NTT.

“Kalo  DPR RI dicalonkan oleh partai politik, sedangkan DPD dicalonkan keluarga. Sehingga, keluarga harus bersatu”, harap Ronny.

Martinus Siki sendiri melihat keluarga sebagai basis utama keterpilihannya menjadi anggota DPD RI nanti. Sehingga, dia berharap keluarga Timor yang ada di seluruh wilayah NTT bersatu dan ikut memberikan sosialisasi tentang dirinya kepada keluarga lainnya.

Sebagai orang berbudaya,  kunjungan Martinus ini ditandai dengan  bir dua botol. Bir yang tadinya disimpan di tanah, diangkat dan diletakkan di atas meja.

“Melalui minuman ini saya mohon permohonan saya diterima untuk maju menjadi calon anggota DPD”, kata Martinus meminta dukungan  keluarga yang hadir.

Keluarga Siki TTU dan Malaka terlibat diskusi hangat terkait pencalonan Martinus Siki menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024 di rumah Yohanes Siki di Manumuti Umanen Lawalu, Betun, Minggu (09/09/2018). (Foto: Cyriakus Kiik/Timorline.com).

Dasar pencalonan  dirinya  adalah  keluarga. Sehingga, dia harus banyak kumpul keluarga. Karena DPD itu berat dan luas jangkauan wilayahnya.

“Jadi, kita harus mulai dari keluarga. Sehingga, walaupun tinggal di Jakarta tetapi punya kerinduan untuk kumpul-kumpul bersama keluarga”, katanya.

Martinus sendiri tidak.mau bermuluk-muluk dan tidak memberi janji manis. Tetapi, kalau ada orang yang bisa dibantu, pasti dibantu.

“Kita harus bersatu dalam perjuangan. Sekiranya dukungan  yang saya minta dari keluarga imi tidak menjadi beban tetapi rahmat bagi keluarga”,  demikian Martinus. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *