Salib Kristus Raja Dibangun di Puncak Bukit Cinta Perbatasan Timor

BETUN, TIMORline.com-Umat katolik Stasi Taman Kakaluk Paroki Salib Suci Alas Keuskupan Atambua Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sedang membangun sebuah salib di atas Bukit Cinta Perbatasan Timor. Lokasinya terletak di wilayah Desa Kota Biru Kecamatan kobalima Timur Kabupaten Malaka.

Salib itu direncanakan dibangun setinggi 15 meter. Corpus (tubuh, red) Kristus setinggi dua meter, salib 10 meter   dari permukaan tanah dan kaki salib tiga meter dalam tanah.

Sesuai pantauan TIMORline.com, Sabtu (08/09/2018), para tukang sudah melakukan pelesteran di bagian kaki salib dalam tanah setinggi tiga meter. Setelan berupa kayu hutan digunakan untuk memagari salib dimaksud.

Dari titik pembangunan salib ini, Bukit Cinta diperkirakan memiliki diameter 50 meter. Dari puncak bukit ini,  para  pengunjung bisa menyaksikan pemandangan yang indah. Distrik Covalima yang merupakan wlayah negara Timor Leste bisa dilihat secara dekat.

Kabupaten Belu yang merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste di bagian utara pun sangat memesona. Perbukitan seolah kejar-mengejar. Di salah satu sisi bukit ini ada sebuah embung. Perkampungan dan pemukiman penduduk menambah indah alam sekitar Bukit Cinta.

Tumpukan material untuk pembangunan Salib Kristus Raja di Puncak Bukit Cinta Kota Biru. (Foto: Timorline.com/Cyriakus Kiik).

Di sekeliling bangunan salib, ada tumpukan material berupa kerikil, batu, pasir dan kayu. Ada pula dua kuburan di sini. Di sini pun telah dipasang sebuah lampu jalan tenaga surya yang disumbangkan pemerintah desa Kota Biru.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kota Biru Rikhardus Bouk kepada TIMORline.com menjelaskan, salib itu dibangun secara swadaya. Dananya dikumpul dari sekolahan mulai dari sekolah dasar (SD), SMP dan SMA. Ada juga sumbangan dari empat pemerintah desa dan dua kecamatan. Ada Kecamatan Kobalima dan Kobalima Timur. Sedangkan empat desa yang terlibat langsung adalah Desa  Alas, Alas Utara, Alas Selatan dan Kota Biru.

Menurut Rikhardus, Salib Kristus Raja yang sedang dibangun ini akan menjadi salah satu objek wisata rohani di Perbatasan Timor. Tetapi, pada saatnya nanti, Bukit Cinta  akan menjadi dua objek wisata, yakni wisata alam dan wisata rohani.

“Bukit Cinta itu sendiri menjadi objek wisata alam, sedangkan Salib Kristus Raja yang dibangun di puncak Bukit Cinta itu menjadi objek wisata rohani”, jelas Sekdes Rikhardus.

Salah satu guru yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, besaran sumbangan setiap sekolah untuk pembangunan Salib Kristus Raja ini sama baik SD, SMP maupun SMA.

“Sumbangan semua sekolah sama nilai uangnya, Rp1,250 juta. Mulai dari SD, SMP dan SMA. Kita sumbang secara lembaga, bukan orang per orang”, tandas ibu guru itu.

Ibu guru ini bilang, apa yang dilakukan sekolah-sekolah itu merupakan kontribusi nyata mereka dalam membangun kampung halaman. Apalagi ini di bidang agama yang bernuansa pariwisata.

“Kami sangat mendukung pembangunan salib ini”, tandas istri salah satu Sekdes di wilayah itu. (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *