Inilah yang Dilakukan Bupati-Wabup Belu Dua Tahun Terakhir

ATAMBUA, TIMORline.com-Pemerintah Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak dua tahun lalu berada di bawah kepemimpinan Bupati  Willybrodus Lay-Wakil Bupati Belu Drs. J.T. Ose Luan. Selama dua tahun lebih, keduanya telah berbuat banyak kepada masyarakat setempat. Meskipun  di sana-sini  masih banyak kurangnya.

Dalam sambutannya saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-73 di Lapangan Umum Atambua, Jumat (17/08/2018),u Bupati Belu Willybrodus Lay mengungkap semua yang sudah dilakukannya bersama Wabup Ose Luan selama 2,6 tahun masa kepemimpinan mereka.

Inilah yang dilakukan duet pemimpin yang saat pemilihan  kepala daerah (pilkada) 2015 lalu dikenal dengan Paket Sahabat.

Bupati Willy menguraikan, pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Belu pada 2016 sebesar 5,49 persen dan pada 2017 meningkat menjadi 5,73 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen.

Pendapatan perkapita juga meningkat saat ini, dari Rp 14.990.000 menjadi  Rp 16.433.000.  Inflasi daerah  2017 masih tinggi,  tahun lalu sebesar 3,45 persen naik 1,73 persen menjadi 5,49 persen. Sedangkan inflasi  nasional masih berada pada kisaran 3,61 persen.

Disebutkan, indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun masih  jauh tertinggal dari IPM Nasional sebesar 70,81 persen. Kendati demikian, angka IPM Kabupaten Belu sedikit mengalami kenaikan dari 60,54 persen menjadi 61,04 persen.

Dalam hal Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2017 berpredikat WDP (Wajar Dengan Pengecualian), menurut Bupati Willy, Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya untuk menjadi lebih baik.

“Tahun ini masih menyisakan satu akun dan kondisi ini semakin membaik dari tahun sebelumnya yang memiliki lima akun,” ungkapnya.

Budidaya bawang merah dalam kepemimpinan Bupati Belu Willybrodus Lay-Wabup J.T. Ose Luan. (Foto: Timorline.com/Cyriakus Kiik).

Di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Belu melaksanakan program perluasan lahan masyarakat secara gratis untuk meningkatkan produksi. Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah perluasan lahan komoditi bawang merah dalam  kerjasama dengan Bank Indonesia yang telah mengirim kelompok tani bawang merah untuk belajar budidaya di Brebes. Ini disertai dengan   pengenalan alat irigasi modern pada kelompok-kelompok tani.

Sektor peternakan dan pertanian juga berperan penting terhadap pembangunan, khususnya di daerah pedesaan. Sedikitnya, 84 persen penduduk Kabupaten Belu adalah petani. Sehingga, sektor pertanian dan peternakan berkontribusi langsung terhadap Pendapatan Domestic Bruto (PDP).

“Tahun ini, ternak sapi meningkat menjadi 68.592 ekor, ternak babi meningkat menjadi 55.901 ekor dan kambing sebanyak 55.775 ekor”, begitu rinci Bupati Willy.  Bupati yang pengusaha itu menjelaskan, pemerintah juga mengembangkan ternak sapi perah agar kebutuhan susu segar dapat dipenuhi.

“Program siwab (sapi induk wajib bunting, red) masih terus berlanjut.  Saat ini Pemerintah  bekerjasama dengan Program With Sending Manager, Konsultan dari Belanda yang terdiri dari Ahli Senior di Bidang Peternakan. Bulan September ini mereka sudah tiba di Atambua  untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga menambahkan, untuk meningkatkan PDB dibutuhkan keterlibatan kaum terdidik dan kaum muda untuk terjun dalam kedua bidang tersebut yaitu  penguasaan teknologi dan peralatan, sehingga kaum muda peternak dan petani dapat memanfaatkannya secara optimal dan tepat guna  untuk mewujudkan  peningkatan produksi beras, jagung dan daging.

Di bidang air bersih, bupati yang Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Belu itu menjelaskan, terdapat 18 titik sumur bor yang sedang dalam proses pembangunan dan  penambahan tujuh mobil tangki air yang akan beroperasi di kecamatan dan desa.

Tangki air akan disubsidi untuk masyarakat yang kurang mampu dengan pemberlakuan harga yang sama di semua tempat yaitu sebesar Rp50.000 per tangki. Sedangkan untuk wilayah perkotaan, dibantu lima unit tangki air. Pada saat musim kemarau, pelanggan tidak mendapatkan pasokan air bersih, akibat kurangnya debit air sehingga bak-bak penampungan menjadi kosong. Di hari kemerdekaan ini, PDAM dan Dinas PU bertekad untuk menghadirkan air kepada pelanggan.

“Mereka telah bekerja keras, bahkan sampai jauh malam agar bak-bak penampung yang ada bisa kembali terisi. Saya dukung kalian, kita pasti bisa untuk mengisi bak yang ada. Saat ini di bak Weaituan sudah kembali terisi air.  Silahkan menikmati air bersih yang ada. Sedangkan untuk bak Raimaten dan bak Masmae baru beroperasi di bulan September”, katanya.

Pemerintah Kabupaten Belu uga

membuat MoU dengan Angel Dot Water, Perusahaan Air Bersih dari Belanda untuk penataan jaringan air perkotaan.

Dalam bidang infrastruktur dan perumahan, Bupati Willy mengatakan, jalan sabuk merah perbatasan saat ini dalam pengerjaan dari Motaain ke Laktutus menuju  Motamasin di Kabupaten Malaka.

“Saat ini sementara pembangunan infrastruktur jalan Weluli – Fulur, Wedomu – Maudemu, dan yang sudah selesai dibangun adalah  hotmix 12 km dari Halilulik menuju  Laktutus. Sedangkan di bidang perumahan, pemerintah terus membangun kawasan perumahan layak huni kepada masyarakat dan stimulan rumah tidak layak huni,” katanya.

Dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, Pemerintah terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui kehadiran PAUD Holistik Integratif di setiap dusun. Setiap anak PAUD wajib minum susu. Pemerintah juga membuat MoU dengan berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Belu.

Rekor MURI atas Tarian Likurai dengan nama Festival Fulan Fehan yang diperoleh Kabupaten Belu pada 28 Oktober 2017. (Foto: Timorline.com/Cyriakus Kiik).

“Dibidang Kebudayaan,  pemerintah membuat Festival Likurai dengan nama Festival Fulan Fehan yang sudah tercatat dalam rekor MURI dunia. Terima kasih untuk semua yang terlibat khususnya anak-anak sekolah dan para guru. Kalian luar biasa. Berkat kalian, saat ini Festival Fulan Fehan bisa masuk dalam 100 Top Event dari 3.000 Event yang ada di Kementerian Pariwisata,” tandas Bupati Willy.

Selain itu, ada Festival Foho Rai (Festival Kampung Adat), yang baru mulai digelar tahun ini pada lima kampung adat. Tahun depan akan diperluas lagi pementasannya.

“Satu lagi yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Belu adalah  suling bambu. Mereka akan diundang untuk tampil di Solo Internasional Performing Art Festival  pada  September mendatang. Pemerintah juga akan melakukan kerjasama dengan Tempo Institute dalam penulisan etnografi.

“Pemerintah saat ini terus-menerus meningkatkan kualitas tenun ikat termasuk pewarna alam dan mempromosikannya di luar daerah, bahkan di luar negeri agar pasar semakin luas dan terbuka,”  tandas Bupati Willy.

Dikatakannya, salah satu sektor yang dapat meningkatkan PAD adalah pariwisata. Sudah saatnya Kabupaten Belu menjadikan pariwisata sebagai unggulan pendapatan daerah. Sebab,  Kabupaten Belu memiliki kekayaan alam, budaya dan perbatasan.

“Belu juga bisa kita jadikan destinasi wisata religi dengan membangun Patung Rohani di tahun 2019. Pemerintah berencana membangun Patung Bunda Maria yang tingginya 30 meter. Mohon dukungan dan doa dari kita semua,” katanya.

Pemerintah juga saat ini terus berupaya untuk menekan kematian ibu dan anak, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya dengan  meningkatkan pelayanan di Rumah Sakit dan perluasan pembangunan rumah sakit, membangun Puskesmas yang lebih representatif di setiap kecamatan dan mengembangkan sistem informasi kesehatan daerah berbasis elektronik.

Di bidang sumber daya manusia, pemerintah memberikan pelatihan sebagai bekal  ketrampilan untuk para pekerja kita. Sehingga, mereka bisa menjadi tenaga yang terampil dan terhindar dari human trafficking, melakukan pelatihan untuk meningkatkan ekonomi keluarga di bidang kuliner, tenun, seni ukir dan UKM agar terwujud peningkatan kualitas hidup serta membangun Desa Mandiri dan Kampung KB.

Prestasi dalam bidang pemuda dan olahraga, Bupati Willy mengungkapkan,  tim sepak bola usia 12 tahun asal Sekolah Sepak Bola Bintang Timur berhasil meraih juara di tingkat propinsi. Tim tersebut akan mewakili NTT bertanding  memperebutkan Piala Menpora.

“Liga sepakbola juga akan terus berlanjut untuk melahirkan bibit-bibit hebat,  yang  akan berkompetisi pada kejuaraan El Tari Memorial Cup di Malaka. Saya mengharapkan Kabupaten Belu bisa mencapai final. Saya juga memberikan apresiasi untuk atlet yang meraih Juara I dalam Popda NTT 2018. Belu berhasil meraih juara dua umum,” demikian Bupati Willy.  (cyk/til)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *